Tuesday, 17 July 2012

Polusi Air



Pengertian Polusi Air

Salah satu dampak negatif kemajuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya polusi (pencemaran). Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Dan segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut Polutan.

Sesuatu benda dapat dikatakan polutan bila :

1. Kadarnya melebihi batas normal

2. Berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat.

Polutan dapat berupa debu, bahan kimia, suara, panas, radiasi, makhluk hidup, zat-zat yang dihasilkan makhluk hidup dan sebagainya. Adanya polutan dalam jumlah yang berlebihan menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri (regenerasi). Oleh karena itu, polusi terhadap lingkungan perludideteksi secara dini dan ditangani segera dan terpadu.


Polusi Air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lainnya kedalam air sehingga kualitas air terganggu. Kualitas air terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa dan warna.

Beberapa contoh polutannya sebagai berikut :

a. Fosfat

Fosfat berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan deterjen.

b. Nitrat dan Nitrit

Kedua senyawa ini berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan proses pembusukan materi organic.

c. Poliklorin Bifenil (PCB)

Senyawa ini berasal dari pemanfaatan bahan-bahan pelumas, plastik dan alat listrik.

d. Residu Pestisida Organiklorin

Residu ini berasal dari penyemprotan pestisida padaa tanaman untuk membunuh serangga.

e. Minyak dan Hidrokarbon

Minyak dan hidrokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan kapal pengangkut minyak.

f. Radio Nuklida

Radio nuklida atau unsur radioaktif berasal dari kebocoran tangki penyimpanan limbah radioaktif.

g. Logam-logam Berat

Logam berat berasal dari industri bahan kimia, penambangan dan bensin.

h. Limbah Pertanian

Limbah pertanian berasal dari kotoran hewan dan tempat penyimpanan makanan ternak.

i. Kotoran manusia

Kotoran manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.


2.2 Macam-Macam Sumber Polusi Air

Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian dan rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat masuk perairan yaitu : bahan-bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan-bahan yang banyak membutuhkan oksigen untuk pengurainya, bahan-bahan kimia organic dari industri atau limbah pupuk pertanian, bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan), dan bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas.

Penggunaan insektisida seperti DDT (Dichloro Diphenil Trichonethan) oleh para petani, untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lain secara berlabihan dapat mengakibatkan pencemaran air. Terjadinya pembusukan yang berlebihan diperairan dapat pula menyebabkan pencemeran. Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk.

Pembuangan sampah organic maupun yang anorganic yang dibuang kesungai terus-menerus, selain mencemari air, terutama dimusim hujan ini akan menimbulkan banjir. Belakangan ini musibah karena polusi air datang seakan tidak terbendung lagi disetip musim hujan. Sebenarnya air hujan adalah rahmat. Akan tetapi rahmat dapat menjadi ujian apabila kita tidak mengelolanyadengan benar.

Jika kita amati, air adalah unsur alam yang penting bagi manusia dengan sifat mengalir dan meresapnya. Apabila jalur-jalur alirannya terganggu dan lahan resapannya terbatas, air akan mengalir kesegala penjuru mengisi ruang-ruang yang paling rendah. Akhirnya terjadilah banjir. Karena itu yang disebut polusi air karena banyak kita yang kurang disiplin, misalnya dalam kebersihan lingkungan dan membuang sampah sembarangan.

Musibah banjir dapat terbagi dua akibat polusi air antara lain :

1. Banjir bandang (banjir besar), terjadi akibat air meluap dari jalur-jalur aliran (sungai) dengan volume air yang besar.

2. Banjir genangan yaitu banjir local (setempat) akibat tergenangnya / terkonsentrasinya air hujan disuatu daerah yang saluran air (arainase) dan lahan resapannya terbatas. Akibatnya dalam waktu tertentu (temporer) air akan mengalir disekitar lingkungan rumah kita.



2.3 Bahaya Dari Akibat Polusi Air

Bibit-bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk pengurainya. Jika O2 kurang , pengurainya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain-lain. Bahan-bahan tesebut dapat merusak organ tubuh manusia atau dapat menyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk kelaut.

Polutan ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut muara. Bahan-bahan yang berbahaya masuk kelaut atau samudera mempunyai akibat jangka panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang-kerangan yang mungkin mengandung zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula tecemar oleh minyak yang asalnya mungkin dari pemukiman, pabrik, melalui sungai atau dari kapal tanker yang rusak. Minyak dapat mematikan, burung dan hewan laut lainnya, sebagai contoh, efek keracunan hingga dapat dilihat di Jepang. Merkuri yang dibuang sebuah industri plastik keteluk minamata terakumulasi di jaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal.

Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air:

a. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya, kandungan oksigen

b. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrofikasi)

c. Pendangkalan dasar perairan

d. Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi

e. Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat

f. Akibat penggunaan pertisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk berguna terutama predator

g. Kematian biota kuno, seperti plankton, iakn, bahkan burung

h. Mutasi sel, kanker, dan leukeumia


2.4 Usaha-usaha Mengatasi dan Mencegah Polusi Air

Pengenceran dan penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob jadi, air tanah yang tercemar akan tetap tercemar dalam yang waktu yang sangat lama, walau tidak ada bahan pencemaran yang masuk. Karena ini banyak usaha untuk menajaga agar tanah tetap bersih misalnya:

1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman

2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencermari lingkungan atau ekosistem

3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis – jenis pestisida dan zat – zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran

4. Memperluas gerakan penghijauan

5. Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan

6. Memberikan kesadaran terhadap masyaratkat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih lebih mencintai lingkungan hidupnya

7. Melakukan intensifikasi pertanian

Adapun cara lain untuk mengatasi polusi air atau yang dikenai dengan sebutan banjir pun ada dua macam

1. Banjir Bandang dapat diatasi secara meluas dengan didukung berbagai disiplin ilmu

2. banjir genangan dapat diatasi dengan membersihkan air dari penyumbatan yang mengakibatkan air meluap

banyak orang mengatakan ” lebih baik mecegah dari pada mengatasi”, hal ini berlaku pula pada banjir genangan di bawah ini ada sejumlah langkah yang dapat kita lakukan untuk mencegah banjir genangan :

1. dalam merencanakan jalan – jalan lingkungan baik itu program pemerintah maupun swadaya masyarakat sebaiknya memilih material jalan yang menyerap air misalnya, penggunaan bahan dari paving blok (blok – blok adukan beton yang disusun dengan rongga – rongga resapan air disela – selanya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penataan saluran / drainase lingkjungan pembuatannyapun harus bersamaan dengan pembuatan jalan tersebut

2. Apabila di halaman pekarangan rumah kita masih terdapat ruang – ruang terbuka, buatlah sumur – sumur resapan air hujan sebanyak –banyaknya. Fungsi sumur resapan air ini untuk mempercepat air meresap kedalam tanah.

Dengan membuat sumur resapan air hujan tersebut, sebenarnya kita dapat memperoleh manfaat seperti berikut:

a. Persediaan air bersih dalam tanah disekitar rumah kita cukup baik dan banyak

b. Tanah bekas galian sumur dapat dipergunakan untuk menimbun lahan – lahan yang rendah atau meninggikan lantai rumah

c. Apabila air hujan tidak tertampung dalam sebuah selokan – selokan rumah / talang – talang rumah, air dapat dialirkan kesumur – sumur resapan. Janganlah membuang sampah atau mengeluarkan air limbah rumah tangga (air bekas mandi, cucian dan sebagainya) kedalam sumur resapan air hujan karena bisa mencemarkan kandungan air tanah. Khusus untuk buangan air limbah rumah tangga, buatlah sumur resapan tersendiri

d. Apabila air banjir masuk kerumah mencapai ketinggian 20-50 cm satu – satunya jalan adalah meninggikan lantai rumah kita diatas ambang permukaan air banjir

e. Cara lain adalah membuat tanggul di depan pintu masuk rumah kita. Cara ini sudah umum dilakukan orang hanya teknisnya sering kurang terencana secara mendetail


3.1 Kesimpulan

Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi unsure atau komponen lain ke dalam lingkungan akibat aktifitas manusia atau proses alamiØ

Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polutanØ

Polusi air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsure, atau komponen lainya ke dalam air sehingga kualitas air tergangguØ

Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian, dan rumah tanggaØ

Polusi air juga dapat menimbulkan bencana diantaranya banjirØ

Elektrofikasi adalah penimbunan mineral yang menyebabkan peledakan alga secara serentak menutupi pencemaran airØ

Bahan atau logam berbahaya seperti arsenat, benzon, timah dan lain – lain dapat merusak organ tubuh manusia dan menyebabkan kankerØ

Akibat yang ditimbulkan polusi air dalam zangua pasang adalah kanker dan kelahiran bayi cacatØ

Melakukan intensifikasi pertanianØ

Banjir genangan dapat diatasi dengan membersihkan saluran air dari penyumbatanØ


3.2 Saran

Saran yang penulis akan sampaikan :

Hindari pemakaian obat pemberantas hama dan serangga secara berlebihan.Ø

Sebaiknya kita berhati-hati dalam menggunakan air, karena air itu ada yang terpolusi dan tidak terpolusi.Ø

Jagalah agar air di lingkungan rumah dan sekitarnya agar tetap bersih dan terhindar dari pencemaran air.Ø

Jangan membuang sampah kesungai, dan jika terjadi penimbunan sampah di sungai akan mengakibatkan banjirØ




Sumber Polusi Air

Sumber polusi air antara lain, adalah :

1- limbah industri

Limbah industri sangat potensial sebagai penyebab terjadinya pencemaran air. Pada umumnya limbah industri mengandung limbah B3, yaitu bahan berbahaya dan beracun. Menurut PP 18 tahun 99 pasal 1, limbah B3 adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup sehingga membahayakan kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk lainnya


2- limbah pertanian

Pupuk dan pestisida biasa digunakan para petani untuk merawat tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air. Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali ini menimbulkan dampak seperti yang diakibatkan pencemaran oleh deterjen.


3- limbah rumah tangga

Limbah rumah tangga mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri. Contohnya sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik sepertikertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Sampah-sampah ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable). Sampah organik yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri untuk proses pembusukannya. Apabila sampah anorganik yang dibuang ke sungai, cahaya matahari dapat terhalang dan menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen. Dan deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Pada saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen, padahal limbah deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri.



Bahaya Dari Akibat Polusi Air

Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air:

a. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya, kandungan oksigen

b. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrofikasi)

c. Pendangkalan dasar perairan

d. Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi

e. Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat


Akibat penggunaan pertisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk berguna terutama predator

g. Kematian biota kuno, seperti plankton, ikan, bahkan burung

h. Mutasi sel, kanker, dan leukeumia


2.4 Usaha-usaha Mengatasi dan Mencegah Polusi Air

1. Dilarang buang sampah atau limbah ke dalam air ( sungai )

2. Hindari pemakaian obat pemberantas hama dan serangga secara berlebihan.

3. Mengelola produksi yang menghasilkan bahan buangan seminimal mungkin


Agen Penyakit


Virus


Rotavirus Diare pada anak Virus Hepatitis A Hepatitis AVirus Poliomyelitis Polio (myelitis anterior acuta)


Bakteri


Vibrio cholerae CholeraEscherichia Coli Diare/DysenterieEnteropatogenik Salmonella typhi Typhus abdominalisSalmonella paratyphi ParatyphusShigella dysenteriae Dysenterie


Protozoa


Entamuba histolytica Dysentrie amoebaBalantidia coli BalantidiasisGiarda lamblia Giardiasis


Metazoa


Ascaris lumbricoides AscariasisClonorchis sinensis ClonorchiasisDiphyllobothrium latum DiphylobothriasisTaenia saginata/solium TaeniasisSchistosoma SchistosomiasisSumber : KLH, 2004


4.4. Dampak terhadap estetika lingkungan


Dengan semakin banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan,maka perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yangmenyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan. Masalahlimbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika. Selain bau, limbah tersebut juga menyebabkan tempat sekitarnya menjadi licin. Sedangkan limbah detergen atau sabunakan menyebabkan penumpukan busa yang sangat banyak. Inipun dapat mengurangiestetika.





PENANGGULANGANGAN PENCEMARAN AIR


Pengendalian/penanggulangan pencemaran air di Indonesia telah diatur melaluiPeraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas danPengendalian Pencemaran Air. Secara umum hal ini meliputi pencemaran air baik olehinstansi ataupun non-instansi. Salah satu upaya serius yang telah dilakukan Pemerintahdalam pengendalian pencemaran air adalah melalui Program Kali Bersih (PROKASIH).Program ini merupakan upaya untuk menurunkan beban limbah cair khususnya yang berasal dari kegiatan usaha skala menengah dan besar, serta dilakukan secara bwertahapuntuk mengendalikan beban pencemaran dari sumber-sumber lainnya. 

Program ini juga berusaha untuk menata pemukiman di bantaran sungai dengan melibatkan masyarakatsetempat (KLH, 2004).Pada prinsipnya ada 2 (dua) usaha untuk menanggulangi pencemaran, yaitu penanggulangan secara non-teknis dan secara teknis. Penanggulangan secara non-teknisyaitu suatu usaha untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara menciptakan peraturan perundangan yang dapat merencanakan, mengatur dan mengawasi segala macam bentuk kegiatan industri dan teknologi sehingga tidak terjadi pencemaran. 

Peraturan perundangan ini hendaknya dapat memberikan gambaran secara jelas tentang kegiatanindustri yang akan dilaksanakan, misalnya meliputi AMDAL, pengaturan dan pengawasankegiatan dan menanamkan perilaku disiplin. Sedangkan penanggulangan secara teknis bersumber pada perlakuan industri terhadap perlakuan buangannya, misalnya denganmengubah proses, mengelola limbah atau menambah alat bantu yang dapat mengurangi pencemaran.Sebenarnya penanggulangan pencemaran air dapat dimulai dari diri kita sendiri.Dalam keseharian, kita dapat mengurangi pencemaran air dengan cara mengurangi produksi sampah (minimize) yang kita hasilkan setiap hari. 

Selain itu, kita dapat pula mendaur ulang ( recycle) dan mendaur pakai (reuse) sampah tersebut.Kitapun perlu memperhatikan bahan kimia yang kita buang dari rumah kita. Karenasaat ini kita telah menjadi masyarakat kimia, yang menggunakan ratusan jenis zat kimiadalam keseharian kita, seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, memupuk tanaman, dan sebagainya. Kita harus bertanggung jawab terhadap berbagai sampah seperti makanan dalam kemasan kaleng, minuman dalam botol dan sebagainya, yang memuatunsur pewarna pada kemasannya dan kemudian terserap oleh air tanah pada tempat pembuangan akhir. 

Bahkan pilihan kita untuk bermobil atau berjalan kaki, turutmenyumbangkan emisi asam atu hidrokarbon ke dalam atmosfir yang akhirnya berdampak pada siklus air alam.Menjadi konsumen yang bertanggung jawab merupakan tindakan yang bijaksana.Sebagai contoh, kritis terhadap barang yang dikonsumsi, apakah nantinya akan menjadisumber bencana yang persisten, eksplosif, korosif dan beracun atau degradable (dapatdidegradasi alam)? Apakah barang yang kita konsumsi nantinya dapat meracuni manusia,hewan, dan tumbuhan aman bagi makhluk hidup dan lingkungan ?Teknologi dapat kita gunakan untuk mengatasi pencemaran air. 

Instalasi pengolahan air bersih, instalasi pengolahan air limbah, yang dioperasikan dan dipelihara baik, mampu menghilangkan substansi beracun dari air yang tercemar. Dari segi kebijakanatau peraturanpun mengenai pencemaran air ini telah ada. Bila kita ingin benar-benar haltersebut dapat dilaksanakan, maka penegakan hukumnya harus dilaksanakan pula. Padaakhirnya, banyak pilihan baik secara pribadi ataupun social (kolektif) yang harusditetapkan, secara sadar maupun tidak, yang akan mempengaruhi tingkat pencemarandimanapun kita berada. 

Walaupun demikian, langkah pencegahan lebih efektif dan bijaksana.Melalui penanggulangan pencemaran ini diharapkan bahwa pencemaran akan berkurang dan kualitas hidup manusia akan lebih ditingkatkan, sehingga akan didapatsumber air yang aman, bersih dan sehat

Reactions:

0 comments:

Post a Comment